Minggu, 31 Agustus 2014

SKRIPSI bisa jadi menyenangkan dengan cara INI :D

Kalau kamu mahasiswa, apa sih yang akan terlintas di pikiranmu jika mendengar kata “skripsi”? Bagi sebagian besar anak kuliah, skripsi adalah tugas akademik paling menyeramkan. Kalau boleh lebay dikit nih,

skripsi itu kayak dementor yang bisa menyedot segala memori kebahagiaan seseorang. Sekalinya ketemu skripsi, kebahagiaanmu langsung tak berbekas. Yang tersisa hanya rasa takut dan tak percaya diri.

Tapi bagaimanapun juga, suka nggak suka, kamu harus tetep ngerjain skripsi kalau itu adalah syarat kelulusanmu! Nah, supaya kamu bisa cepet beresin skripsi, kamu harus punya mental “BERANI”. Tapi, gimana caranya supaya kamu nggak takut dan bisa lancar ngerjain skripsi? Simak disini!


1. Carilah Topik Skripsi yang Bisa Membuatmu Tertarik

Cari topik yang bisa membuatmu tertarik
Cari topik yang bisa membuatmu tertarik via bewara.co
Melakukan sesuatu yang berat, jika diiringi dengan ketertarikan dan minat, pasti bisa bikin kamu semangat. Nah, terapkan hal ini pada skripsimu juga. Cari tahu sebaik mungkin: topik apa sih yang paling membuatmu penasaran? Kalau kamu sudah tahu jawabannya, buatlah judul dengan segera, dan ajukanlah.
Supaya judul skripsimu diterima, penting buatmu untuk mengajukan judul yang jelas juntrungannya. Apa inti masalah yang ingin kamu ulas? Siapa aktor-aktor yang terlibat di dalamnya? Apakah sekarang kamu sudah tahu buku apa saja yang kamu perlukan?
Kamu harus banyak-banyak mencari informasi tentang topik yang kamu pilih tersebut. Semakin kamu tahu tentang topik permasalahanmu, semakin besar kemungkinannya bagi dosen atau sekretaris jurusan untuk menyetujui judul skripsimu.


2. Pilihlah Metode Penelitian yang Paling Kamu Kuasai

Pakai metode yang benar-benar kamu kuasai
Pakai metode yang benar-benar kamu kuasai via fikrirasyid.com
Sebelum mengerjakan bab I, kamu harus memikirkan matang-matang hal ini dulu. Kamu harus mengenal dirimu sendiri dulu sebelum berperang. Ketahui dulu apa keunggulanmu, dan apa yang kamu kuasai. Pilihlah metode penelitian yang benar-benar kamu kuasai. Mau menggunakan metode penelitian kuantitatif, atau kualitatif?
Jangan memilih sesuatu hanya karena terpengaruh orang lain. Misalnya, hampir semua temanmu memilih menggunakan metode penelitian kualitatif dengan alasan kualitatif itu “lebih gampang”, karena nggak pakai hitungan dan rumus-rumus. Kamu pun akhirnya memilih menggunakan metode ini juga. Padahal, sebenarnya kamu lebih paham dengan metode penelitian kuantitatif, dan topikmu bisa jauh lebih dalam dikupas dengan metode itu. Sementara metode kualitatif yang terdengar lebih mudah juga sebenarnya memerlukan kemampuan berlogika dan bernarasi yang kuat.
Ikut-ikutan teman cuma akan membuatmu nggak menikmati proses pengerjaan skripsi. Yang tahu kemampuanmu cuma dirimu sendiri. Jangan menjebak dirimu sendiri dengan terlalu menghiraukan opini orang lain.


3. Cari Narasumber dan Referensi yang Mudah Didapat

Cari referensi yang mudah didapat
Cari referensi yang mudah didapat via ecc2.careernews.web.id
Banyak mahasiswa yang skripsinya mentok karena sulit mendapatkan narasumber dan referensi. Kalau skripsi udah mandek di tengah jalan, kamu pun akan jadi stres dan makin malas mengerjakannya. Untuk mengantisipasi hal ini, pastikan dari jauh-jauh hari bahwa topik yang kamu bahas dalam skripsi memang memungkinkan untuk digarap mahasiswa S-1. Jangan biarkan kelulusanmu terhambat karena idealismemu.
Pastikan informan-informan skripsimu bersedia untuk diwawancara. Pastikan juga apakah literatur-literatur yang akan menjadi referensi skripsimu nanti mudah untuk didapatkan. Kalau semuanya udah ada di genggaman tangan, kamu nggak perlu khawatir lagi. Semakin mudah kamu mendapat narasumber dan referensi, maka semakin mudah juga kamu mengerjakan skripsimu. Kamu punya peluang besar untuk bisa lulus kuliah cepat!


4. Pilih Dosen Pembimbing yang Peduli dengan Topik Skripsimu

Pilihlah dosen yang cocok dengan topikmu
Pilihlah dosen yang cocok dengan topikmu via www.nus.edu.sg
Pemilihan dosen yang tepat itu adalah salah satu faktor pendukung supaya kamu semangat ngerjain skripsi. Pertimbangkan masak-masak siapakah dosen yang kompeten untuk bisa jadi dosen pembimbing skripsimu. Sesuaikan dengan topik permasalahan skripsi. Kalau topikmu sesuai dengan minat dosenmu, dia juga bakal semangat untuk membimbing kamu.
Kalau dosennya terkenal killer, kamu jangan keburu takut duluan. Meski pembawaannya tegas sekalipun, seorang dosen pasti akan membantu mahasiswanya. Itulah sebabnya kenapa kamu wajib untuk punya mental baja. Keberanian itu udah jadi harga mati. Segalak apapun dosenmu, kalau kamu punya mental kuat untuk menyelesaikan skripsi, dia pasti akan luluh dan membantu.


5. Atau,  Pilih Dosen Pembimbing yang  Sudah Akrab Denganmu

Cari dosen yang akrab denganmu
Cari dosen yang akrab denganmu via www.tipsmo.com
Kamu juga bisa memilih dosen pembimbing yang sudah akrab denganmu. Kalau dosennya sudah kenal dekat sama kamu, kamu juga bisa jadi lebih santai kalau lagi bimbingan skripsi sama dia. Dengan kemudahan seperti ini, nggak ada lagi yang namanya takut ngerjain skripsi. Dosen pembimbing baik, narasumber dan referensi mudah didapat — skripsi lancar deh!


6. Cari Teman Sesama Pejuang Skripsi

Cari teman sesama pejuang skripsi
Cari teman sesama pejuang skripsi via blogs.evergreen.edu
Kadang yang bikin kamu males skripsian itu adalah karena kamu nggak punya teman yang lagi sama-sama skripsian. Kamu males karena tiap kali bimbingan kamu cuma sendirian, kamu nggak punya temen buat ke perpustakaan, dan tiap ngerjain skripsi nggak ada barengannya.
Carilah teman sesama pejuang skripsi. Kamu jadi bisa lebih semangat kalau ada teman yang sama-sama nunggu giliran bimbingan. Kamu punya temen buat diajak ke perpustakaan. Kamu bisa ngerjain skripsi bareng-bareng sambil diskusi. Kalian bisa saling memotivasi satu sama lain.


7. Jalinlah Kedekatan dengan Dosen Pembimbing dan Narasumber

Jalin hubungan baik dengan dosen dan narasumber
Jalin hubungan baik dengan dosen dan narasumber via community-sitcom.wikia.com
Usahakan untuk bisa punya hubungan dekat dengan dosen dan narasumber. Banyak banget keuntungan yang bisa kamu dapet ketika kamu bisa dekat dengan mereka. Dosen pembimbingmu akan lebih mudah ingat denganmu dibandingkan anak bimbingannya yang lain. Dia juga akan memberikanmu solusi saat kamu sedang kesulitan.
Jika kamu akrab dengan narasumbermu, mereka akan dengan sangat senang hati membantumu. Mereka akan memberikan semua informasi yang ingin kamu dapatkan dari mereka. Mereka jadi sangat terbuka padamu. Kalau udah begini, kamu nggak akan ngerasa stres karena orang-orang yang berperan penting dalam skripsimu udah berbaik hati padamu.


8. Percayalah, teman-temanmu pasti mau membantumu

Teman-temanmu pasti membantumu
Teman-temanmu pasti membantumu via www.bicton.ac.uk
Inilah yang perlu kamu ingat-ingat saat rasa takutmu akan skripsi kembali muncul. Kamu nggak perlu khawatir, karena teman-temanmu pasti mau membantumu. Tapi bukan bantu menggantikan kamu mengetik skripsi, lho! Mereka akan rela memberimu masukan dan ide-ide untuk skripsimu, ketika kamu lagi butuh. Mereka juga bisa juga membantumu mencari narasumber dan referensi skripsi.
Yang harus mengerjakan skripsimu memang cuma kamu sendiri. Tapi, kamu juga masih punya teman-teman yang  bisa kamu andalkan saat mencari bantuan.


9. Jangan Malu-malu Buat Sharing Sama Teman yang Udah Lulus

Sharing sama teman yang udah lulus
Sharing sama teman yang udah lulus via www.anneahira.com
Banyak-banyaklah sharing sama teman seangkatan atau senior yang udah lulus duluan. Tanyain gimana pengalaman-pengalaman mereka selama menyusun skripsi. Tanyakan apa saja yang ingin kamu tanyakan ke mereka. Mereka pasti bakal terbuka dengan pengalaman skripsi dan sidang mereka. Siapa tahu, mereka juga bakal membeberkan apa saja “penyesalan” mereka saat sedang skripsi. Kamu juga bisa belajar dari kesalahan mereka, ‘kan?
Dengan sharing pada orang-orang yang lebih dulu lulus dari kamu, kamu akan merasa termotivasi untuk segera lulus juga. Masukan-masukan mereka pasti berguna banget buat skripsimu nanti.


10. Buatlah Target Per Hari

Buat target per-hari
Buat target per-hari via www.true-dubai.com
Buatlah target kecil setiap hari. Misalnya, per hari setidaknya kamu harus mengerjakan skripsi sebanyak dua lembar. Dengan menetapkan target per hari, kamu nggak akan merasa terbebani. Meskipun cuma dua lembar, skripsimu selalu ada progres setiap harinya. Yang membuatmu semakin takut dengan skripsi itu karena kamu seringkali menunda-nunda untuk mengerjakannya, sehingga bebanmu semakin menumpuk dan rasa takutmu semakin besar.


11. Kerjakan Skripsi di Tempat-tempat yang Kamu Suka

Kerjain di cafe atau taman
Kerjain di cafe atau taman via tumblr.amitgupta.com
Kalau kamu bosan ngerjain skripsi di rumah atau di perpustakaan, kerjakanlah di luar. Kamu boleh kok ngerjain skripsi di manapun yang kamu suka. Kerjakan skripsimu di kafe, taman atau tempat-tempat yang bisa membuatmu merasa lebih rileks. Suasana yang baru bisa membuatmu jadi lebih produktif lagi, lho. Kalau kamu suka dengan suasananya, kamu jadi nggak jenuh melihat skripsimu sendiri.


12. Ngerjain Skripsi Sambil Santai? Boleh Banget!

Capek? Santai aja dulu..
Capek? Santai aja dulu.. via mashable.com
Kamu bisa menyiasati rasa jenuh saat mengerjakan skripsi dengan menyelinginya dengan kegiatan-kegiatan santai lain. Contohnya, kerjakan skripsimu selama 25 menit, lalu beri waktu istirahat selama 5-10 menit untuk instirahat. Nah, isi waktu istirahatmu dengan nonton TV atau main game. Kamu nggak perlu memaksakan tenagamu, karena itu bisa bikin kamu jadi makin males. Percuma aja hari ini kamu bisa ngerjain banyak, tapi kamu baru mau ngerjain lagi tiga minggu kemudian. Sama aja bohong , ‘kan?


13. Bayangkan Hal-hal yang Ingin Kamu Lakukan Saat Kamu Lulus Nanti

Habis lulus, kamu bisa liburan sepuasnya!
Habis lulus, kamu bisa liburan sepuasnya! via myupperwest.com
Memberi reward untuk diri sendiri itu penting. Kamu perlu memberikan hadiah pada diri sendiri saat kamu berhasil lulus kuliah nanti. Ini bisa membuatmu semakin terpacu dan termotivasi. Contohnya, saat kamu udah lulus nanti, kamu mau jalan-jalan keliling Indonesia. Atau kalau kamu udah lulus, kamu bisa langsung menikah sama pacarmu! Hehehe…
Dengan memberi reward pada diri sendiri, kamu akan termotivasi untuk bisa segera lulus. Kamu jadi nggak peduli dan nggak takut lagi dengan segala hambatan yang akan menghadangmu nanti.


14. Setiap Kali Mengerjakan Skripsi, Ingatlah Kedua Orang Tuamu

Ingatlah orangtuamu, niscaya kamu akan semangat!
Ingatlah orangtuamu, niscaya kamu akan semangat! via rommikaestria.com
Orang tua adalah motivasi utama buatmu. Setiap kali kamu kehilangan arah dan lelah untuk mengerjakan skripsi, ingatlah mereka. Bayangkan wajah bahagia mereka saat kamu wisuda nanti. Kamu pasti bakal bersemangat kembali untuk mengerjakan skripsimu. Setakut-takutnya kamu sama skripsi, kamu pasti bakal lebih takut lagi kalau kamu nggak bisa bikin orang tuamu bangga. Betul nggak tuh?


15. Percaya Diri, dan Yakin Kalau Kamu Itu Bisa!

Kamu pasti bisa lulus!!!
Kamu pasti bisa lulus!!! via www.kaskus.co.id
Kamu nggak bakalan bisa punya mental berani kalau kamu nggak percaya dan yakin pada diri sendiri. Semua kunci keberhasilanmu itu cuma terletak pada dirimu sendiri. Apaplaha arti usahamu di atas jika kamu sendiri nggak yakin sama kemampuanmu sendiri. Percaya dan yakinlah kalau kamu itu bisa. Kamulah yang paling tahu bagaimana skripsimu, dan cuma kamu sendiri yang paling bisa melawan rasa takutmu!

Itulah beberapa tips supaya kamu nggak takut buat menghadapi skripsi. Skripsi itu bukan buat nakut-nakutin, melainkan ajang pembuktianmu sebagai seorang mahasiswa. Buktiin kalau kamu bisa nyusun skripsi yang bagus. Dan skripsi yang bagus itu adalah skripsi yang jadi. Semangat dan pantang menyerah. Wisuda sedang menunggumu, guys! 

reblog: hipwee.com

Topeng hahahahaa :D

Media sosial sekarang ini jadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak muda. Dan tanpa kita sadari, adanya teknologi baru ini membuat kebiasaan kita jadi berubah sedikit demi sedikit. Salah satu sisi negatif dari media sosial adalah timbulnya rasa ingin pamer dan ‘nggak mau kalah’ dari teman-teman yang lain.
Dari situlah kita jadi ikut-ikutan pengen share semua kegiatan kita di Instagram atau Path. Parahnya lagi, kadang apa yang kita share di media sosial itu ternyata fake alias bohong. Nah, ini adalah beberapa kebohongan yang mungkin pernah atau kadang kita lakukan di media sosial. Simak aja yuk!

1. Pamer Di Media Sosial:

“Alhamdulillah, setelah banting tulang akhirnya kebeli juga..”


Yang Terjadi Di Dunia Nyata:

“Avanza aja cicilannya belum lunas, boro-boro beli Porsche.”.



2. Di Media Sosial:

Dinner cantique… with my besties!



Di Dunia Nyata:

Padahal itu makanan temen, gue sih mesen es teh doang!


3. Yang Kamu Tunjukkan Di Sosial Media:

Metallica pecah banget! Rock On!!


Dunia Nyata: “Padahal gue kan nggak tahu lagu-lagunya Metallica, hehehe”



4. Di Sosmed:

Yeeaayy.. Foto Bareng Justin Bieber. Gonna Miss You Bro..


Dunia Nyata:

Padahal cuma Photoshop



Aku kesepian.. Makanya aku ngedit foto, biar kelihatan punya temen artis..

5. Yang Dipamerin Di Media Sosial:

“Yey, Akhirnya nyampe puncak juga!”


Yang Terjadi Sebenarnya:

“Padahal kan gue naik kuda..  Capek gila kalo jalan!”




6. Di Media Sosial:

“Abis potong rambut, berasa imut banget nih!”


Dunia nyata:

(keinginan dalam hati) “Pleaseee… bilang gue cantik dong.. pleasee pleaseee!!!




7. Yang Dibagi Di Media Sosial:

(Check In di Sushi Tei) “Unagi Sushinya enak bangeett! Nom..nom..nom…”




Sementara Di Dunia Nyata:

Cuma lewat depan Sushi Tei. Aslinya sih makan sambel belut di warung tenda seberang. Hehe. Hehe.





8.  Media sosial:

Burn baby… Burn!!!!



Dunia nyata:

Habis itu makan bakso tiga mangkok!




9. Media sosial:

“Selfie dulu ah sebelum marathon..”



Dunia Nyata:

Padahal gue cuma duduk-duduk doang sih, liatin orang lari



10.  Pamer Di Media Sosial:

At Dragonfly. Lets get the party started guys!!! (Clubbing)





Dunia nyata:

Padahal lagi makan mi goreng di rumah.

(Rumahnya emang di belakang tempat clubbing)





11. Di Media sosial:

“Semangat skripsian… demi jadi sarjana!!”



Dunia Nyata:

10 menit kemudian.. Nonton film drama korea



Atau Kalau Cowok Main FIFA..



12. Media Sosial:

“Semangat dan tetep positive thinking ya guysss.. Semua akan indah pada waktunya”



Sementara Di Dunia nyata:

“Padahal aku rapuh, porak poranda, remah-remah rempeyek.. hidup enggan, mati tak mau. Huhu”



13. Pamer Kemesraan Di Media Sosial:

“Makasih Sayang Udah Nemenin Aku… Luv You! xoxo”



Kenyataannya….:

Padahal tiap hari berantem..



Apakah kamu pernah ngelakuin salah satu hal di atas guys? Kalau iya, berarti kamu adalah korban media sosial, hehehe… Mulai sekarang kita semua belajar yuk, buat nggak lagi-lagi bohong di media sosial cuma demi gengsi doang. Membandingkan kehidupan kita dengan orang lain itu tandanya kita nggak bersyukur.
Kalau mau posting sesuatu di media sosial sih boleh aja, tapi kalau bisa yang jujur dan bermanfaat. Betul nggak tuh?

reblog: hipwee.com

Orang Kaya Indonesia

Perjuangan dan usaha keras pasti membuahkan hasil memuaskan. Kekayaan yang didapat oleh orang-orang sukses di Indonesia dan dunia merupakan hasil dari kerja keras mereka yang tidak sebentar. Pasang surut dalam usahanya sudah menjadi hal yang wajar terjadi dan keterpurukan itu justru bisa membawa mereka ke level yang lebih tinggi.
Begitu juga dengan kekayaan yang didapat oleh 10 pengusaha Indonesia ini. Tidak jarang merekamesti mengalami banyak kegagalan dan harus kembali memulai dari awal. Siapa saja 10 orang tersebut dan bagaimana kisahnya? Yuk, simak artikel ini.

1. R. Budi dan Michael Hartono – Djarum Group

Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono via forbes.com
Tahun 1963, pabrik rokok kretek Djarum yang dibangun oleh Oei Wie Gwon  habis terbakar dan perusahaan mengalami kerugian besar. Dalam keadaan yang tidak stabil ini, perusahaan Djarum diwariskan kepada dua anaknya, R. Budi dan Michael Hartono.
Di tangan Hartono bersaudara ini, Djarum tumbuh menjadi perusahaan besar di Indonesia dan mulai mengekspor rokok kreteknya ke luar negeri pada tahun 1972. Mereka juga tidak lupa berinovasi pada produknya dengan menghadirkan jenis rokok Djarum Filter dan Djarum Super. Keduanya pun laku keras di pasaran.
Kerajaan bisnis keluarga Hartono tidak hanya di bidang rokok saja. Di bawah Djarum Group, mereka melebarkan sayap ke bidang elektronik dengan memroduksi Polytron, membangun komplek bisnis di kawasan Hotel Indonesia, memiliki 51% saham Bank Central Asia (BCA), dan memiliki 65.000 hektar kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat. Total kekayaan yang dimiliki oleh Hartono bersaudara ini mencapai USD 15.000 M, setara dengan 165 triliun rupiah.

2. Eka Tjipta Widjaja – Sinar Mas Group

Eka Tjipta Widjaja
Eka Tjipta Widjaja via kolom-biografi.blogspot.com
Hanya menjadi lulusan sekolah dasar (SD) tidak membuat Eka Tjipta Widjaja patah semangat untuk memiliki kehidupan yang layak. Selepas tamat SD, ia memulai bisnis kecil dengan berjualan biskuit dan kembang gula. Namun sayang, bisnis kecil ini harus terhenti karena saat itu Indonesia tengah dijajah oleh Jepang.
Era Orde Baru menjadi awal kesuksesan Eka Tjipta dan kerajaan bisnisnya, Sinar Mas Group. Perusahaan awal Sinar Mas Group adalah PT Tjiwi Kimia yang bergerak di bidang produksi kertas. Kemudian dilanjutkan dengan membeli 10.000 hektar kebun kelapa sawit dan Bank Internasional Indonesia (BII) pada tahun 1982.
Saat ini, usahanya telah berkembang pesat di berbagai bidang. Sinar Mas Group menaungi perusahaan Asuransi Sinar Mas, Sinar Mas Land, Sinar Mas Pulp dan Kertas, serta telekomunikasi Smartfren. Jaringan yang dimiliki juga telah meliputi beberapa kawasan di Asia Tenggara. Total kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Eka Tjipta Widjaja ini mencapai USD 7.000 M, setara dengan 77 triliun rupiah.

3. Anthoni Salim – Salim Group

Anthoni Salim
Anthoni Salim via viva.co.id
Berasal dari keluarga mapan, bukan berarti usahanya berjalan tanpa halangan. Salim Group yang menaungi PT Indomobil Sukses Internasional, PT BCA, PT Indocement Tunggal Perkasa, PT Indofood Sukses Makmur, dan PT Bogasari Flour Mills mengalami krisis pada tahun 1998. Anthoni Salim yang telah diberi kuasa oleh ayahnya untuk memimpin Salim Group menjual 3 dari 5 perusahaannya untuk menutupi hutang sebesar 52 triliun rupiah.
Dua perusahaan yang tidak dijual oleh Anthoni adalah PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour Mills, yang juga merupakan 2 perusahaan terbesar di grupnya. Kedua perusahaan tersebut merupakan salah satu penghasil mie instan dan pemasok bahan baku makanan instan terbesar di dunia. Produk yang dihasilkan antara lain Indomie, Supermie, Simas Margarin, tepung Segitiga Biru, tepung Kunci Biru, tepung Cakra Kembar, dan minyak goreng Bimoli.
Keuntungan yang didapat oleh Salim Group dari 2 perusahaan ini sangat besar dan membuatnya menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia dengan kekayaan sebesar USD 6.300 M, setara dengan 69,3 triliun rupiah.

4. Susilo Wonowidjojo – PT Gudang Garam

Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo via forum.lowyat.net
PT Gudang Garam yang saat ini dipimpin oleh Susilo Wonowidjojo merupakan perusahaan yang didirikan oleh sang ayah, Surya Wonowidjojo tahun 1958. Kesuksesan perusahaan ini tidak bisa dilepaskan dari cara Surya Wonowidjojo memperkenalkan bisnis pada anak-anaknya. Sejak remaja, Susilo telah dilibatkan dalam usaha keluarga ini, sebagai persiapan jika nantinya ia mendapat posisi yang lebih tinggi. Dan cara ini pun sukses menghasilkan perusahaan yang terorganisir dan terstruktur dengan baik.
Susilo Wonowidjojo dikenal sebagai orang yang adil, ulet, dan pekerja keras.  Begitu adilnya hingga ia sangat selektif dalam memilih orang yang akan bekerja pada perusahaannya. Bahkan, anaknya sendiri pun jika tidak memiliki kemampuan yang mumpuni, tidak akan diterima oleh perusahaannya.
Buah dari kerja keras memang tidak pernah sia-sia. Saat ini, Susilo Wonowidjojo didapuk sebagai orang terkaya keempat di Indonesia dengan kekayaan sebesar USD 5.300 M, setara dengan 58,3 triliun rupiah.

5. Chairul Tanjung – CT Corp

Chairul Tanjung
Chairul Tanjung via tempo.co
Kesuksesan sosok yang mendapat julukan “Si Anak Singkong” ini memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Chairul Tanjung memulai bisnisnya saat berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dengan membuka usaha fotokopi. Tak puas dengan itu, ia mulai merambah usaha konveksi, berjualan buku kuliah, membuka toko peralatan kedokteran dan laboratorium, hingga mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama rekannya. Namun, ternyata usahanya belum berhasil.
Setelah keluar dari PT Pariarti Shindutama, Chairul Tanjung membidik 3 bisnis inti untuk dijalankan, yaitu keuangan, properti, dan multimedia. Dari sini lah, ia mendirikan Para Grup, sekarang CT Corp, yang menaungi Mega Corpora, Trans Corp, dan PT CT Global Resource. CT Corp juga merupakan perusahaan yang membangun taman rekreasi indoor pertama di Indonesia, Trans Studio.
Saat ini, Chairul Tanjung tengah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia menggantikan Hatta Rajasa. Total kekayaan yang dimiliki olehnya mencapai USD 4.000 M, setara dengan 44 triliun rupiah.

6. Sri Prakash Lohia – Indorama Corporation

Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia via tempo.co
Pria keturunan India ini memilih untuk menjadi warga negara Indonesia dan menjalankan bisnis sebagai Raja Tekstil Indonesia dengan Indorama Corporation yang didirikannya. Awalnya, Indorama merupakan perusahaan yang memproduksi benang tapi saat ini produksinya sudah berkembang hingga menghasilkan polypropylene, polyethylene, poliested, dan sarung tangan medis.
Sri Prakash mulai mengembangkan usahanya di bidang properti dengan nama Indorama Real Estate dan telah mengukuhkan nama perusahaannya di Bursa Efek Thailand. Total kekayaan Raja Tekstil Indonesia ini mencapai USD 3.700 M, setara dengan 40,7 triliun rupiah.

7. Boenjamin Setiawan – Kalbe Group

Boenjamin Setiawan
Boenjamin Setiawan via suaramasa.com
Boenjamin Setiawan yang merupakan lulusan kedokteran, memilih untuk mendalami ilmu farmakologi dan menjalankan bisnis farmasi Kalbe Group bersama 5 saudaranya. Kepandaiannya dalam meracik obat dengan baik dan dapat dijual dengan harga murah menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaannya. Tidak heran jika Kalbe Group menjadi yang terbesar di Indonesia.
Kalbe Group menaungi 3 perusahaan yang memperkuat posisinya di bidang farmasi, yaitu PT Kalbe Farma, Dankos Laboratories, dan PT Enseval Putra Megatrading. Ketiga perusahaan ini saling bekerja sama dalam penelitian, pengembangan, produksi, hingga distribusi. Boenjamin Setiawan memilih cara ini untuk menghasilkan produksi yang terkontrol dan efisien.
Penjualan Kalbe Group yang telah mencapai lebih dari 7 triliun rupiah, membawa sang pemilik menjadi orang terkaya ketujuh di Indonesia. Kekayaan yang dimilikinya sebesar USD 3.000 M, setara dengan 33 triliun rupiah.

8. Peter Sondakh – Bentoel dan Rajawali Group

Peter Sondakh
Peter Sondakh via forbes.com
Insting bisnis Peter Sondakh telah dimulai sejak masih muda. Saat berumur 24 tahun, beliau tercatat sebagai salah satu pemegang saham PT Bumi Modern. Setelah lulus dari Universitas La Salle, Peter mendirikan PT Rajawali Wira Bhakti Utama yang menjadi cikal bakal PT Grup Rajawali. Perusahaan ini baru dimiliki sepenuhnya oleh Peter pada tahun 1993 dan ia segera merintis TV Swasta pertama di Indonesia, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), bersama rekannya Bambang Trihatmodjo.
PT Grup Rajawali mengembangkan sayap bisnisnya dengan sangat luas ke berbagai bidang. Ada 5 sektor besar yang dipegangnya, yaitu pariwisata, telekomunikasi, perdagangan, keuangan, dan transportasi. Sayangnya, saat krisis moneter melanda Indonesia pada 1998 lalu, nama PT Grup Rajawali dan Peter Sondakh sempat tenggelam. Namun dengan usaha kerasnya, kesuksesan mulai mendatangi PT Grup Rajawali dan Peter kembali.
Saat ini, PT Grup Rajawali telah memiliki banyak anak perusahaan yang berkembang di 5 sektornya. Yang terkenal antara lain, Taksi Express, rokok Bentoel, dan Metro Department Store. Dengan semakin majunya PT Grup Rajawali, kekayaan Peter mencapai USD 2.700 M, setara dengan 29,7 triliun rupiah.

9. Keluarga Mochtar Riady – Lippo Group

Mochtar Riady
Mochtar Riady via forbes.com
Kehandalannya dalam bidang ekonomi dan perbankan, membuat Mochtar Riady dijuluki The Magic Man of Bank Marketing. Kemampuannya ini pula lah yang membuat Lippo Group menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di bidang ekonomi.
Pada tahun 1981, Mochtar membeli Bank Perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ning dan diganti namanya menjadi Bank Lippo. Sebelumnya, Mochtar juga menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong, pemilik Bank Central Asia dan Salim Group, untuk mengelola BCA karena kemahirannya dalam bidang perbankan. Selain bergerak di bidang perbankan, Lippo Group juga mengembangkan sayapnya ke bidang ritel dan properti. Matahari Department Store dan Lippo Karawaci adalah salah satu rintisan usahanya.
Bisnis Mochtar Riady telah menjangkau sampai ke negeri Cina dan saat ini dikelola oleh anaknya, James Riady. Kekayaan yang dimiliki Mochtar dari bisnisnya ini mencapai USD 2.500 M, setara dengan 27,5 triliun rupiah.

10. Sukanto Tanoto – Garuda Mas

Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto via sukantotanoto.wordpress.com
Pada mulanya, Sukanto Tanoto adalah pemasok barang dan alat untuk Pertamina. Dari situ lah keinginannya untuk berbisnis semakin tinggi. Sukanto memulai bisnisnya dengan mendirikan perusahaan kertas bernama Asia Pacific Resources International Ltd. (APRIL), yang kemudian disusul dengan perusahaan kelapa sawit bernama Asian Agri. Kedua perusahaan ini menjadi usaha utama dari Grup Garuda Mas milik Sukanto dan telah menembus pasar luar negeri. Baik APRIL maupun Asian Agri, keduanya telah tercatat dalam Bursa Efek New York, yang mana tidak sembarang perusahaan bisa masuk.
Grup Garuda Mas semakin meluas dengan bergabungnya UniBank di sektor perbankan. UniBank diambil alih oleh Sukanto saat sedang mengalami krisi finansial. Sukanto juga telah menanamkan saham di perusahaan kelapa sawit internasional, yaitu National Development Corporation Guthrie di Filipina dan Electro Magnetic di Singapura.
Kekayaan yang dimiliki oleh Sukanto Tanoto saat ini mencapai USD 2.300 M, setara dengan 28,3 triliun rupiah.

Kekayaan yang mereka miliki memang fantastis. Tapi, bukan untuk menimbulkan perasaan iri, ya. Jadikan perjalanan hidup dan kesuksesan 10 orang di atas sebagai motivasi supaya kamu pun bisa sukses seperti mereka. Selamat menjadi sukses!

reblog : hipwee.com

Orang Kaya MAKIN Kaya, Orang Miskin MAKIN Melarat, KENAPA?

Dalam berbagai kesempatan, kita bisa dengan jelas melihat jurang yang memisahkan si miskin dan si kaya di Indonesia. Di belakang perumahan mewah, sangat sering ditemukan perumahan kumuh. Ketika kita bisa makan enak di restoran mahal, ada orang yang harus rela menahan lapar karena tidak punya uang. Pertanyaan klasik ini pun jadi sering bergaung di telinga:
“Kenapa sih orang yang kaya makin kaya tapi mereka yang miskin jadi semakin miskin?”
Dalam artikel ini, Hipwee akan berusaha memaparkan penyebabnya. Selain itu, Hipwee juga akan memberimu cara agar bisa mengadaptasi apa yang orang-orang kaya lakukan. Dengan tujuan kamu bisa mendapatkan kekayaan seperti mereka, tentunya.

Seberapa Parahkah Ketimpangan Pendapatan Di Indonesia?

Gambaran ketimpangan pendapatan Indonesia
Gambaran ketimpangan pendapatan Indonesia via www.bloomberg.com
Perekonomian Indonesia berkembang dengan pesat. Di bawah kepemimpinan Presiden SBY, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,1% per tahunnya. Sementara presiden baru kita, Joko Widodo, menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%.
Tapi kalau ekonomi kita bertumbuh dengan baik, mengapa masih ada dari kita yang miskin?
Indonesia masuk ke 10 besar negara yang koefisien Gin-nya paling besar di 2010
Indonesia masuk ke 10 besar negara yang koefisien Gini-nya paling besar di 2010 via choi-ubom.tumblr.com
Demi menjawabnya, kita perlu melihat Indeks Koefisien Gini, sebuah mekanisme statistik yang memberikan cara untuk mengukur pemerataan pendapatan di sebuah negara. Indeks Gini memiliki 2 koefisien: 0 hingga 1. Koefisien 0 menunjukkan bahwa sebuah masyarakat memiliki tingkat pemerataan pendapatan sempurna, sedangkan koefisien 1 menunjukkan ada ketimpangan pendapatan yang parah di dalam sebuah masyarakat.
Ternyata, sebagaimana dilaporkan The Jakarta Post, ketimpangan pendapatan di Indonesia juga meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonominya. Pada tahun 1999, misalnya, koefisien Gini Indonesia tercatat berada di angka 0,31. Di tahun 2009, angka ini naik sebesar 0,06 ke 0,37. Satu tahun setelahnya, koefisien Gini Indonesia menunjukkan angka 0,38. Tahun 2011 kembali menunjukkan peningkatan koefisien Gini ke angka 0,41.
Padahal, PBB menetapkan angka 0,4 sebagai “batas aman” koefisien Gini. Jika suatu negara melebihi angka tersebut, kondisi ekonominya bisa berakibat buruk bagi stabilitas sosial-politiknya.

Pada Tahun 2011, 20% Orang Terkaya Indonesia Menikmati Hampir 50% Pendapatan Nasional Negeri Kita

Orang kaya menikmati hampir 50% dari pendapatan nasional
Orang kaya menikmati hampir 50% dari pendapatan nasional via instagram.com
Ketika pendapatan nasional suatu negara meningkat, ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan masyarakatnya. Pertama, daya beli mereka akan meningkat. Contoh: orang yang tadinya hanya bisa membeli motor, sekarang sudah bisa menyicil mobil. Kedua, anggaran belanja negara tersebut pun meningkat. Pemerintah akan lebih giat membangun jalan raya, pembangkit listrik, dan infrastruktur lainnya. Gaji PNS pun jadi bisa dinaikkan.
Di negara dengan kesenjangan ekonomi yang besar, tak semua penduduknya dapat menikmati manfaat-manfaat itu.  Inilah yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 1999, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa 20% orang dengan pendapatan tertinggi di Indonesia menikmati 40,57% dari keseluruhan pendapatan nasional. Di tahun 2011, angka ini mencapai 48,42% — alias hampir setengah dari total pendapatan nasional negeri kita.
Sebaliknya, 40% penduduk Indonesia dengan penghasilan terendah justru bernasib semakin buruk. Pada tahun 1999, mereka masih bisa “menikmati” 21,66% dari total pendapatan nasional. Di tahun 2011, mereka hanya bisa merasakan 16,85% dari keseluruhan pendapatan nasional di tahun tersebut.
Orang
Tetap orang kaya yang menikmati pertumbuhan ekonomi via www.dripbook.com
Di Indonesia, pengangguran dan angka kemiskinan memang telah menurun. Banyak bandara baru dan jembatan keren yang telah dibangun. Gaji guru, dokter, dan dosen pun semakin oke.
Namun, yang menikmati dampak-dampak ini hanya segelintir dari kita saja. Mereka yang miskin dan membutuhkan masih tetap harus berjuang dengan sepeda motor usang, harga gula yang mencekik, serta infrastruktur sekolah yang menyedihkan. Pendeknya? Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Daripada Tidak Produktif Dan Terus-Terusan Menyalahkan Pemerintah, Lebih Baik Kamu Cek Diri Sendiri. Yakin Udah Siap Kaya?

Kita tentu berhak merasa kecewa pada pemerintah yang belum bisa mengatur pemerataan pendapatan bagi semua kalangan. Namun, terus-terusan menghujat tanpa melakukan apapun juga bukan jadi solusi. Sementara pemerintahan selanjutnya berbenah diri untuk menciptakan perekonomian yang lebih rapi, apa yang bisa kita lakukan?
Ada baiknya kita justru menjadikan hal ini sebagai bahan refleksi. Tentu bukan hanya kesalahan regulasi dong, kenapa mereka yang kaya makin kaya sementara mereka yang miskin tetap miskin. Pasti ada perbedaan mentalitas dan perilaku yang turut menyebabkannya.

1. Orang Kaya punya Visi yang Jelas Soal Hidup yang Ingin Mereka Bangun, Orang Miskin Justru Merasa Tidak Punya Kontrol Terhadap Hidup

Orang kaya berani mengontrol hidup mereka sendiri
Orang kaya berani mengontrol hidup mereka sendiri via akan-careers.tumblr.com
Mentalitas siap kaya membuat seseorang tahu benar kehidupan macam apa yang ingin mereka bangun. Mereka tidak ragu-ragu membentuk gambaran tentang hidup impian dengan jelas di kepalanya. Visi yang sejernih kristal ini bisa jadi penyemangat ketika berbagai kesulitan menghampiri.
Mentalitas semacam ini tidak dimiliki oleh mereka yang miskin. Orang-orang miskin tetap miskin karena merasa tidak bisa mengontrol jalannya roda kehidupan mereka. Tidak jelasnya visi dan rasa “tidak punya kontrol” atas hidup membuat orang miskin tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Ibaratnya, visi yang jelas adalah peta yang bisa membawa orang kaya sampai ke tempat tujuan tanpa tersasar. Sementara orang miskin hanya puas dengan membaca arah angin.

2. Orang Kaya Berani Bermimpi Besar, Orang Miskin Cuma Omong Besar

Orang miskin hanya bisa omong besar
Orang miskin hanya bisa omong besar via denplace.blogspot.com
Orang kaya punya keberanian untuk selalu bermimpi besar. Terkadang impian mereka terlihat tidak masuk akal dan mustahil untuk dicapai. Hanya orang yang siap kaya yang berani berkata lantang:
“Aku ingin jadi CEO.”
atau:
 “Aku mau punya pesawat jet pribadi.”
Sementara orang miskin punya kecenderungan untuk menertawakan impian besar tersebut. Tidak jarang mereka mengeluarkan kata-kata meremehkan yang membuat si orang yang siap kaya itu tersudutkan. Barulah saat si kaya terbukti bisa mencapai impiannya, orang-orang miskin akan menutup mulut.

3. Orang Dengan Mental Siap Kaya Berpikir Untuk Menang, Sementara Orang Miskin Selalu Takut Kalah

Orang yang siap kaya selalu fokus ke kemenangan
Orang yang siap kaya selalu fokus ke kemenangan via nationalpost.tumblr.com
Setiap dihadapkan pada persaingan, orang siap kaya akan memutar otak untuk memenangkannya. Persaingan dipandang sebagai hal yang wajar, menang dan kalah adalah hal yang harus dihadapi. Jika harus kehilangan sesuatu dalam persaingan, orang dengan mental siap kaya sudah siap menghadapi risikonya.
Di lain sisi, orang miskin akan selalu berpikir untuk melindungi apa yang telah mereka miliki. Mereka enggan berjudi nasib, masuk ke dalam persaingan demi mendapatkan pencapaian yang lebih besar. Orang dengan mental “miskin” akan merasa cepat puas terhadap apa yang sudah dimilikinya, meski jumlahnya belum seberapa.
Orang miskin kebanyakan jadi miskin selamanya karena tidak mau mencoba mengorbankan apa yang telah mereka miliki demi pencapaian yang lebih besar.

4. Dia yang Siap Kaya Fokus Melihat Peluang, Dia yang Siap Miskin Selamanya Hanya Melihat Rintangan

Orang yang mentalnya miskin selalu takut pada tantangan
Orang yang mentalnya miskin selalu takut pada tantangan via blogs.baruch.cuny.edu
Perjalanan menuju sukses menuntut seseorang untuk melakukan banyak hal. Dalam prosesnya, akan banyak rintangan yang harus dilalui. Proses macam ini dipandang secara berbeda oleh orang yang siap untuk makin kaya dan orang yang siap miskin selamanya.
Orang dengan mentalitas siap makin kaya akan fokus memandang peluang. Dia akan melakukan segalanya demi mencapai tujuan akhir, yaitu kesuksesan. Segala permasalahan yang muncul sepanjang usaha mencapai kesuksesan akan dihadapi dan berusaha diselesaikan satu persatu.
Sebaliknya, orang yang mentalitasnya miskin hanya akan terpaku pada rintangan. Sedikit-sedikit ngeluh, sedikit-sedikit takut gagal. Akhirnya, orang dengan mentalitas macam ini akan terjebak dalam ketakutannya sendiri.

5. Orang Kaya dan Orang Miskin Dibedakan Dari Komitmen Mereka

Yang membedakan adalah komitmen
Yang membedakan adalah komitmen via i-will-be-skinny-forever.tumblr.com
Hal mendasar yang bisa menyebabkan perbedaan nasib seseorang adalah konsistensinya untuk menjalankan komitmen. Orang kaya akan menetapkan tujuan, bekerja keras, dan menunjukkan komitmen kuat demi tidak berhenti berusaha sebelum hal yang ingin tercapai ada di tangan.
Orang miskin juga punya impian, tapi mereka tidak berani menetapkan visi dan tujuan jelas yang ingin dicapai. Hasilnya, saat ada rintangan kecil di depan mata, orang miskin cenderung lebih gampang menyerah. Sementara orang miskin sibuk bermimpi, orang kaya sibuk mempertebal komitmen agar tidak menyerah di tengah jalan.

6. Orang Kaya Memilih Untuk Mengelilingi Dirinya Dengan Orang-Orang Sukses

Kelilingi dirimu dengan orang-orang sukses
Kelilingi dirimu dengan orang-orang sukses via www.lifestyleasia.com
Pernah dengar ‘kan pepatah yang mengatakan bahwa kamu akan menyerupai 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu bersamamu? Pengaruh dari lingkungan dan orang-orang terdekat memang cukup besar bagi kesuksesanmu.
Kalau mau kaya dan sukses, cobalah untuk selalu mengelilingi diri dengan rekan-rekan yang (minimal) ingin kamu samai level kesuksesannya. Kalau perlu, cari yang lebih hebat dan bisa kamu jadikan panutan. Bergaul dengan mereka yang sukses akan mengubah pola pikirmu soal pencapaian dan kegagalan.

7. Kemauan Belajar, Membedakan Mereka yang Akan Bertambah Kaya dan Mereka yang Akan Tetap Miskin Selamanya

Orang sukses akan terus belajar
Orang sukses akan terus belajar via everybodyreadingbooks.tumblr.com
Orang dengan semangat “ingin selalu bertambah kaya” tidak akan berhenti belajar hal baru. Dia sadar bahwa kesuksesan adalah kristalisasi dari proses belajar yang panjang. Jika dia penulis, ia akan banyak membaca buku demi memperkaya diksi. Kalau dia seorang pebisnis, dia akan terus mempertajam insting untuk membaca selera pasar.
Orang-orang yang tidak punya mentalitas ini akan merasa dia sudah tahu segalanya. Mereka enggan merendahkan ego dan membuka kepala untuk menerima ide-ide baru dari lingkungan sekitarnya. Nah, orang-orang yang mentalitasnya seperti ini nih yang biasanya gak akan tambah kaya.

Jadi kaya dan miskin itu bukan cuma perkara keberuntungan. Dia yang kekayaannya terus bertambah melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang makin miskin.
Pilihannya ada di tanganmu. Kamu mau meniru kelompok yang mana?

reblog: hipwee.com

Berdamai dengan rasa kehilangan dan perpisahan dalam hidup


Perpisahan adalah hal yang niscaya. Kehilangan bisa terjadi pada siapa saja. Tuntutan untuk melepaskan seseorang dari kehidupanmu, entah karena ketidakcocokan pribadi atau lingkungan yang mengkhianati, bisa kapanpun kita temui.
Namun, tak semua dari kita tahu bagaimana cara menghadapi kehilangan. Tidak jarang, kita harus melalui proses yang cukup panjang untuk menerima sebuah perpisahan. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui supaya proses penerimaan ini tak perlu berlarut-larut, dan agar kesedihan tak akan membuatmu terus terpuruk.

1. Jujurlah pada perasaanmu, dan keluarkan apa yang kamu rasakan

Jangan sembunyikan kesedihanmu
Jujur tehadap perasaanmu via www.huffingtonpost.co.uk
Wajar jika kita merasa sedih saat harus berpisah dan kehilangan orang yang kita sayangi. Jangan sembunyikan kesedihan itu. Menangislah — keluarkan semua perasaan di dada.
Kunci dari legawa adalah menerima.
Kalau kamu butuh waktu untuk sendirian, beri tahu orang terdekatmu. Mereka pasti mengerti kalau kamu butuh waktu untuk memproses semua yang ada. Ketika kamu merasa tidak tahan lagi, tumpahkan segala perasaanmu dalam tulisan. Keluarkan segala apa yang kamu rasakan, supaya kamu lega dan bebanmu bisa lebih ringan.


2. Jadikan keluarga dan teman-temanmu tempat bersandarmu

Kamutidak sendiri, ada teman dan keluarga yang menopangmu
Kamu tidak sendiri, ada teman dan keluarga yang menopangmu via www.clevelandfuneralservice.com
Saat Tuhan memanggil ayahmu, kamu pasti merasakan kepedihan yang dalam. Kamu tidak akan mendengar suara ayahmu lagi, dan dia mungkin tidak akan sempat melihatmu menikah atau memakai toga. Tapi ingat, ayahmu tak meninggalkanmu sendirian di dunia ini. Masih ada orang lain yang secara tulus menyayangi.
Kamu masih punya keluarga dan teman-teman yang siap menjadi tempat bersandarmu. Merekalah orang yang luruh melihatmu larut dalam kesedihan. Merekalah orang yang ingin membuatmu gembira — membuktikan padamu bahwa masih ada harapan di luar sana.
Dikelilingi orang-orang yang peduli denganmu akan membuatmu lebih nyaman dan kuat. Memang, mereka tak akan sepenuhnya paham pada apa yang kamu rasakan. Tapi, yang paling penting adalah kemauan mereka untuk bersimpati — walaupun mereka mungkin tak terlalu mengerti.


3. Ketika kamu sedang berduka, waktu akan menjadi sahabatmu

Ada hikmah dibalik semuanya
Ada hikmah dibalik semuanya via www.anonymousartofrevolution.com
Saat kamu berduka, pasti banyak yang akan bilang, “Kamu harus kuat.” Sebenarnya, kata-kata itu akan menambah beban kesedihanmu. Seolah ada kewajiban bagimu untuk bersikap tegar, sementara tenggelam atau menghilang adalah satu-satunya hal yang ingin kamu lakukan.
Namun di tengah-tengah kesedihanmu, sebenarnya kamu sedang “dilamar” oleh waktu. Ketika kamu sedang terpuruk, waktu ingin menjadi sahabatmu. Jika kamu mengizinkannya, kamu akan mampu perlahan-lahan mengikhlaskan. Kamu akan mengerti betapa nikmatnya melepaskan. Di akhir hari, kamu akan belajar menjadi pribadi yang dewasa.


4. Tengoklah hal-hal apa yang masih kamu punya

Rasa sakit karena kehilangan bisa membuat kita terperangkap dalam pikiran negatif. Kita merasa tidak bisa melakukan apa-apa — kita sendirian, dan sebatang kara.
Terus terpaku pada apa yang telah pergi tak akan membuat mereka kembali. Yang paling bijak untuk kamu lakukan adalah menengok siapa-siapa yang masih kamu punya. Kehilangan pasangan bisa membuatmu lebih menghargai keberadaan ayah dan ibu. Perpisahan dengan sahabat akan memicumu untuk lebih mencintai teman-temanmu.
Perpisahan justru harus menjadi pelecut untuk membuatmu lebih bersemangat dalam hidup.


5. Alihkan perhatianmu pada hal-hal yang membuatmu nyaman dan bahagia

lakukan hal yang membuatmu bahagia
lakukan hal yang membuatmu bahagia via www.writing.wisc.edu
Isi hari-harimu dengan kegiatan yang lebih menarik. Dengan begitu, kamu tidak larut dalam kesedihan karena harus terus mengingat perpisahan.
Pilihlah kegiatan yang kamu suka. Yang terpenting, kegiatan itu bisa membuatmu nyaman dan bahagia. Kalau kamu nyaman dengan membaca, bacalah buku-buku yang belum pernah kamu baca. Tak hanya itu saja: kamu juga bisa menulis review tentang buku-buku tersebut, dan mengirimkannya ke koran atau majalah. Kamu juga bisa belajar memasak, menjahit, atau melukis. Tekuni kembali hobimu yang selama ini kamu lupakan.
Terjun dalam kegiatan yang mengizinkanmu berbuat untuk orang lain juga bisa membantumu pulih. Ikutlah aktif di kegiatan sosial, seperti yang sering diselenggarakan gereja atau masjid. Layaknya kata orang: “When you feel helpess, help someone else.”


6. Abaikan orang-orang yang menganggapmu ‘lebay’

Abaikan mereka yang bilang kamu 'lebay'
Abaikan mereka yang bilang kamu ‘lebay’ via tomandlorenzo.com
Saat menghadapi perpisahan dan kesedihan, pasti ada omongan-omongan negatif tentangmu karena mereka melihatmu ‘lebay’. Kalau ada yang menganggapmu seperti itu, abaikan saja. Mereka tidak tahu apa yang kamu rasakan. Jaga emosimu supaya tidak terpancing. Kalau kamu terpancing, justru akan membuat keadaan semakin memburuk.


7. Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya

Nikmatilah hidupmu
Nikmatilah hidupmu via www.simplyspiritualliving.org
Ya, perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Saat harus berpisah dengan orang yang kamu sayang, entah itu karena alasan kerja atau kuliah, kamu masih bisa menghubunginya. Kamu dan dia berpisah secara fisik. Percayalah suatu saat pasti akan bertemu kembali.
Kalau kamu harus berpisah karena komitmen yang berbeda, ambil positifnya. Kamu belum berjodoh dengan dia. Tuhan mempersiapkan yang lebih baik untukmu.
Saat kamu harus berpisah karena maut, ingatlah semua ini berujung pada keindahan. Ada saatnya kamu akan bertemu lagi dengan dia di surga. Dia sudah berada di tempat yang paling bahagia. Kamu tidak harus melihat dia sengsara di rumah sakit dengan bantuan selang pernafasan, kamu tidak harus melihat dia berganti darah setiap harinya. Dia yang kita sayangi, sudah bahagia dan tidak menderita lagi.
Saatnya kamu harus melanjutkan hidupmu. Larut dalam kesedihan hanya membuatmu sengsara.

Kamu harus ingat bahwa perpisahan akan terjadi pada siapa saja. Siap atau tidak, kamu pasti akan mengalaminya. Kita tidak tahu kapan perpisahan itu bisa terjadi. Yang terpenting untuk saat ini adalah menikmati waktu yang kita punya, bersama orang-orang di sekeliling kita

reblog : hipwee.com

Hidup ini ibarat roller coaster: mau naik ataupun turun, pada akhirnya kamu akan baik-baik saja

ingin menjalani hidup seperti apapun kamu, sebenarnya semuanya bergantung padamu. Kamu yang menetapkan, menjalani dan bertanggung jawab pada setiap pilihan dalam hidupmu. Dan kalau diberi kesempatan, kamu pasti akan memilih menjalani hidup yang menyenangkan, ‘kan?
Tapi, memiliki hidup menyenangkan itu ada aturan-aturannya, lho! Langsung catet aja yuk, guys…

1. Hiduplah Untuk Saat Ini

Lepaskan penyesalan atas masa lalumu, hilangkan rasa takut pada masa depanmu, dan hiduplah di masa ini. Jika saat ini kamu merasa hidup yang kamu jalani terasa berat, bisa jadi itu karena saat ini kamu hidup dalam dua — atau mungkin malah tiga — waktu.
Berhentilah menyesali kesalahan masa lalu. Jangan biarkan ketakutanmu akan masa depan mengecilkan nyalimu. Hidupilah hari ini! Hidup yang sebenarnya adalah hidup yang saat ini sedang kamu jalani — detik ini, menit ini, hari ini.

2. Sadarilah Bahwa Menangis Bukan Berarti Kamu Lemah

Hidup akan memberimu kejutan. Saat hal itu menjatuhkanmu dan membuatmu ingin menangis, menangislah. Menangislah jika hal itu bisa membuatmu lebih baik, lalu bangunlah dan tegapkan badanmu. Tersenyumlah, dan tunjukkan bahwa harapan itu selalu ada.
Sadarilah bahwa pada satu titik hidup memang tidak akan selalu baik-baik saja. Hal buruk bisa saja terjadi kapanpun dan pada siapapun. Maka dari itu, selalu persiapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.
Jadikan hal buruk yang menimpamu sebagai sebuah pondasi yang membantumu untuk tumbuh dan berkembang. Buktikan bahwa dirimu bisa menjadi lebih bijak dan lebih luar biasa dari dirimu yang sebelumnya.

3. Dapatkan Hari Terbaik Dalam Hidupmu

Jika kamu bisa menangani saat-saat sulit dalam hidupmu dengan baik, bisa jadi saat-saat sulit tersebut akan menjadi berkat dan berubah menjadi hari terbaik dalam hidupmu.
Laksana besi yang harus ditempa agar bisa digunakan, keras dan sakitnya kehidupan perlahan akan menempamu menjadi sosok yang tegar dan lebih dapat diandalkan dibanding dirimu yang sebelumnya. Selalu ambil sisi positif dari setiap pengalaman yang kamu dapati dan belajarlah dari pengalaman-pengalaman tersebut.
Ingatlah bahwa kamu tidak akan pernah merasakan bahagia jika kamu tidak pernah merasa sedih; tidak akan mengerti betapa beharganya kesehatan sebelum jatuh sakit; tidak akan mencecap manisnya keberhasilan jika belum pernah merasa gagal; dan tidak akan pernah merasa indahnya jatuh cinta jika belum pernah tersakiti sebelumnya.


4.  Dengarkan Hati Nuranimu

Biarkan nurani membimbing dan menunjukkan jalanmu. Saat kamu merasa bingung dengan apa yang harus kamu lakukan, maka dengarkanlah hati nuranimu.
Jangan takut mengambil risiko, dan percayai hal yang kamu lakukan. Beranjaklah dan jangan membuat dirimu sendiri menyesal karena kamu kehilangan kesempatan yang datang padamu.


5. Jawaban Yang Kamu Cari Bisa Jadi Ada di Dalam dirimu

Tak perlu merumitkan hidupmu dengan mencari jawaban yang sebenarnya ada di dalam dirimu pada orang lain.
Beberapa pertanyaan yang sering menelusup kedalam pikiranmu seperti apa makna hidupmu, apa yang sebenarnya kamu butuhkan, apa yang kamu inginkan, atau seperti apa kehidupan yang kamu inginkan adalah jenis-jenis pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh dirimu sendiri.
Berikan sedikit waktu untuk benar-benar menggali jawaban-jawaban tersebut di dalam dirimu. Lakukan refleksi atas kehidupanmu, ajak dirimu sendiri melakukan senandika. Dengan cara-cara ini, beberapa pertanyaan tentang kehidupanmu akan terjawab dengan sendirinya.


6. Tantang Zona Nyaman Yang Mengukungmu

Jangan biarkan dirimu terperangkap dalam status quo. Jangan kerdilkan kekuatanmu untuk menjadi yang kamu mau. Buat hidupmu lebih hebat dan lebih berarti, baik bagi orang lain maupun bagi dirimu sendiri.
Mulai bermimpilah jika saat ini kamu belum memilikinya. Jangan biarkan orang lain merenggut impianmu. Tidak pernah ada kata terlambat untuk bermimpi dan menantang satus quo yang mengukungmu.
Kerja keras, lakukan hal yang harus kau lakukan, pelihara rasa optimismu dan tetaplah fokus. Ingatlah bahwa tidak ada kerja keras yang berakhir sia-sia dan gapai semua impianmu.


7. Hilangkan Masalah Yang Mengganggumu

menggapai mimpi dan menghadapi tantangan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak keringat, usaha dan tetes air mata yang harus kamu keluarkan demi menggapai semua mimpimu. Belum lagi masalah-masalah tak terduga dalam hidup yang sering muncul begitu mendadak, tanpa pernah kamu kira sebelumnya.
Saat kamu menemui masalah dalam kehidupanmu, bersiaplah untuk bekerja lebih keras lagi. Cari akar masalah yang membuat hidupmu berantakan dan segera selesaikan. Dengan begitu, kamu akan bisa berdamai dengan hidupmu dan kamupun bisa lebih fokus untuk merajut impian-impianmu.


8. Syukuri Rahmat Yang Kamu Rasakan

Walaupun banyak masalah dalam hidup, hidup juga tetap menyisakan rasa manis yang bisa kita rasakan setiap harinya. Di sela saat-saat berat yang kamu alami, akan selalu ada hal-hal manis yang bisa membuatmu bersyukur. Bahagia bukan berarti kamu harus memiliki segalanya – bahagia adalah ketika kamu bisa mensyukuri segala nikmat dalam hidupmu. Bersyukurlah, berbahagialah.
Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan merutuki hidupmu. Kebahagiaan tidak akan pernah menghampiri mereka yang tak bersyukur.


9. Bersikaplah Jujur

Jangan rusak hidupmu dengan kebohongan, entah pada dirimu sendiri atau pada orang lain. Kebohongan yang paling kecil sekalipun akan menciptakan kebohongan-kebohongan lain yang membuatnya membesar tanpa kamu sadari.
Utarakan pikiranmu dan ungkapkan isi hatimu yang sebenarnya. Akui perasaanmu pada gadis yang sedang kau taksir, tolaklah suatu hal jika kamu memang tidak menyukainya, atau laporkan dompet yang kau temukan di jalan pada polisi. Kebenaran sekecil apapun yang tunjukkan bisa jadi akan menciptakan perbedaan yang besar. Beranikan dirimu dan hindarkan dirimu dari perasaan menyesal karena tidak bersikap jujur sebelumnya.


10. Hentikan Kebiasaanmu Menghakimi Seseorang

Kebiasaan menghakimi akan membuatmu tidak benar-benar melihat orang tersebut secara utuh. Kamu akan cenderung dibutakan oleh asumsi-asumsi yang telah kamu ciptakan sehingga sisi positif dari orang tersebut tidak akan pernah bisa terlihat.

11. Jaga Hubungan Yang Berarti Bagimu

Bukan hanya hubungan spesialmu dengan pacar saja. Lebih dari itu, jaga hubunganmu dengan orang-orang terdekatmu — seperti keluarga dan sahabat. Perhatikanlah orang-orang yang ada di sampingmu saat kamu sedang bersedih, dan habiskan lebih banyak waktu dengan mereka.
1 orang yang tetap berada di sampingmu saat kamu terjatuh, jauh lebih berharga dibanding dengan ratusan orang yang hadir saat kamu sedang berada di puncak. Hubunganmu dengan mereka adalah harta terbesar yang tidak akan pernah bisa tergantikan, dan tak akan ternilai dengan segepok materi.

12. Biarkan Hidup Membimbing Langkahmu

Kamu tidak akan pernah tahu tentang masa depan yang akan kamu alami. Kehidupan memiliki caranya sendiri untuk bisa selalu mengejutkanmu, tapi tak perlu takut. Rengkuh dan ambil setiap kesempatan lalu bergeraklah. Buang rasa malas dan lakukan hal-hal yang harus kamu lakukan.

Hidup ini ibarat roller coaster: mau naik ataupun turun, pada akhirnya kamu akan baik-baik saja. Jangan hilangkan senyum dari wajahmu, serta tantang kehidupan yang berusaha mengecilkanmu!
reblog : hipwee.com

jadi ISTRI IDAMAN yuk

Hampir semua perempuan memiliki keinginan untuk menikah di waktu yang tepat. Meskipun begitu, menikah bukanlah hal yang sepele. Dibutuhkan banyak persiapan agar kita semakin mantap untuk melenggang ke jenjang pernikahan.
Modal pernikahan juga bukan cuma perkara materi semata, tapi juga butuh modal-modal lain untuk  bisa menjadi seorang istri yang baik, termasuk skill dan kualitas diri kita. Nah, akan membeberkan tips buat kamu yang ingin menjadi istri idaman. Simak yuk!

1. Kamu harus bisa menciptakan kecocokan dengan pasangan

Ciptakan kecocokan
Ciptakan kecocokan via www.amore-tarocchi.com
Rasa kecocokan ini adalah salah satu kunci agar kamu dan suamimu nanti bisa membangun sebuah rumah tangga yang harmonis. Sebuah kecocokan itu nggak bisa tiba-tiba muncul, tapi kamu harus menciptakannya dengan cara meningkatkan kualitas hubunganmu dengannya.
Kalaupun dulunya kamu udah lama pacaran dengan pasangan bukan berarti ketika menikah nanti kamu bisa langsung cocok sebagai suami istri. Kamu tetap harus menciptakan rasa kecocokan itu terus menerus, dengan berbagai cara. Mulai dari memperbaiki kualitas komunikasi sampai menjaga kemesraan setiap harinya. Jika kamu dan dia sudah sama-sama cocok, maka kalian berdua bisa jadi sepasang suami istri yang benar-benar saling melengkapi.

2. Kamu harus bisa terbuka padanya

Kamu harus bisa terbuka padanya
Kamu harus bisa terbuka padanya via woodyallenwednesday.com
Terbukalah pada pria yang menjadi tambatan hatimu nanti. Seorang pria akan merasa nyaman dan percaya pada perempuan yang terbuka pada dirinya. Jangan berbohong dan tertutup, karena itu akan membuatnya curiga. Sebuah hubungan yang sukses adalah hubungan yang dilandasi oleh rasa saling percaya di antara kedua belah pihak.
Jangan takut untuk berbagi cerita bersamanya. Buatlah dia yakin padamu bahwa kamu akan selalu ada di samingnya apapun yang akan terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa terus mempertahankan komunikasi yang baik di antara kalian berdua.

3. Jangan Gengsi Untuk Menunjukkan Rasa Sayangmu

Tunjukin rasa sayangmu
Tunjukin rasa sayangmu via www.svadbeivjencanja.ba
Kadangkala kita memiliki rasa gengsi untuk menunjukkan rasa sayang ke pasangan kita. Mungkin saja kita melakukannya karena malu dan sedang berusaha untuk tidak mengumbar kemesraan di depan umum. Tapi sebaiknya kamu harus tahu kapan saatnya harus gengsi dan kapan saatnya kamu harus menunjukkan rasa sayangmu.
Kamu tidak harus menunjukkan rasa sayangmu itu dengan kata-kata, tapi tunjukkan dengan perhatian dan perlakuan. Jangan pernah menyembunyikan rasa sayangmu, karena pasanganmu bukanlah pembaca pikiran. Dia tidak akan pernah tahu kamu benar-benar sayang atau tidak kalau kamu enggan menunjukkannya.

4. Jangan jadi pasangan yang posesif

Jangan posesif
Jangan posesif via horoszkopelemzes.hu
Kamu harus sadar bahwa setiap orang punya kehidupannya masing-masing. Meskipun kamu nanti sudah menikah dan hidup bersama, bukan berarti semua sisi kehidupannya bisa kamu atur-atur. Bagaimanapun juga kamu harus memberinya ruang tersendiri. Selain kamu, dia juga punya orang-orang lain dalam hidupnya seperti keluarga dan teman-temannya.
Protektif pada pasangan itu bagus, tapi jangan berlebihan karena itu akan membuatnya merasa terkekang. Berilah dia kebebasan untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan dan jangan pernah membatasi ruang geraknya selama semua itu adalah hal yang wajar.

5. Jadilah perempuan yang berkualitas

Punya kualitas yang baik sebagai seoarang istriT
Punya kualitas yang baik sebagai seoarang istriT via www.meltyfashion.fr
Kalau ingin jadi istri idaman, wajib bagimu untuk jadi perempuan yang memiliki kualitas bagus. Kualitas bagus disini bukan berarti memiliki paras cantik dan tubuh yang seksi, tapi yang dimaksud adalah hati dan perilaku.
Seorang pria pastinya menginginkan seorang istri yang berperilaku positif. Kamu harus bisa menjadi seorang perempuan yang bisa diandalkan oleh suamimu nanti. Semua hal-hal positif yang ada pada dirimu akan membuatnya merasa sangat nyaman berada di sampingmu.

6. Kamu juga harus handal soal mengurus rumah

Handal soal rumah
Handal soal rumah via www.kakprosto.ru
Seorang istri udah wajib bisa mengurusi soal rumah tangga, seperti memasak dan bebersih rumah. Jangan menganggap kalau seorang istri yang baik itu sama halnya jadi seorang pembantu. Peran seorang istri yang paling utama adalah mengurusi suami dan keluarganya. Dan rumah adalah tempat dimana keluargamu tinggal, oleh karena itu kamu wajib untuk bisa mengurusinya.
Meskipun kamu bisa menyewa pembantu, tapi jauh lebih baik kalau kamu juga bisa melakukannya sendiri. Kamulah yang bertanggung jawab untuk bisa menciptakan suasana rumah menjadi lebih nyaman dan sehat bagi keluargamu.

7. Jangan lupa untuk memberi kejutan

Jangan cuek. Beri dia kejutan
Jangan cuek. Beri dia kejutan via pcgmitarbeiter.blogspot.com
Kamu juga harus tahu cara-cara untuk membuat suamimu nanti nggak merasa bosan denganmu. Berusahalah untuk bisa membuat hubunganmu dengan suami lebih berwarna. Salah satunya adalah dengan memberinya kejutan-kejutan kecil.
Berilah dia kejutan ketika ulang tahun, atau buatkan masakan spesialmu untuk menyambutnya pulang dari kantor. Meskipun hanya kejutan kecil, dia pasti akan menyukainya, karena dia akan merasa spesial dan senang diperlakukan seperti ini.

8. Bisa menjaga penampilan

Berpenampilah cantik untuk suamimu..
Berpenampilah cantik untuk suamimu.. via www.nattstad.se
Kalau udah sayang sih mau berpenampilan seperti apapun juga bakalan tetep sayang.  Tapi bukan berarti kamu jadi langsung nggak perduli dengan penampilanmu di hadapannya. Meskipun saat menikah nanti kamu akan bertambah gendut dan bentuk badan nggak sebagus dulu lagi, tapi setidaknya kamu masih bisa menjaga penampilanmu agar tetap terlihat menarik di mata suamimu nanti.
Ini juga bisa mencegah agar dia nggak berpaling pada perempuan lain yang terlihat lebih cantik di hadapannya. Meskipun kamu percaya dia adalah laki-laki yang setia dan nggak mungkin selingkuh, tapi nggak ada salahnya bukan kalau kamu berpenampilan cantik untuk suamimu sendiri?

9. Jangan terlalu cerewet

Jangan terlalu cerewet
Jangan terlalu cerewet via www.p4.no
Cerewet mungkin jadi salah satu sifat dasar perempuan, terutama seorang istri atau ibu-ibu. Mungkin sebagian besar laki-laki pun sudah memakmulinya. Tapi tetap saja, sebenarnya mereka sangat malas ketika harus mendengarkan ocehan dan omelan pacar atau istrinya. Jangan terlalu cerewet kepada pasanganmu karena itu sangat mengganggunya.
Ketika kamu hendak memberi masukan, kamu bisa mengubahnya dengan cara yang lebih santai dan lembut. Kalau kamu sedang marah padanya, lebih baik kamu menahan emosimu dulu hingga reda, baru berbicaralah padanya. Kecerewetanmu itu bisa-bisa membuat suasana menjadi semakin kacau.

10. Kamu juga harus bisa menjaga diri sendiri

Menjaga diri sendiri
Menjaga diri sendiri via www.theunlost.com
Seorang perempuan yang mandiri adalah idaman bagi semua pria. Meskipun saat menikah nanti pria berkewajiban untuk melindungi dan menjaga istrinya, tapi seorang istri juga harus bisa menjaga diri sendiri. Menjaga diri disini juga termasuk menjaga kesehatan dan berusaha menyelesaikan masalah personal.  diri sendiri. Dengan cara ini secara tidak langsung kami akan meringankan beban suamimu kelak.

11. Jangan pelit untuk memberi pujian padanya

Pujian membuatnya senang
Pujian membuatnya senang via academy-of-photography.com
Semua orang pasti senang jika hasil usahanya diapresiasi. Jadi jangan lupa untuk selalu memberikan pujian pada suamimu setiap kali dia melakukan tugasnya sebagai seorang suami. Memberikan pujian akan membuatnya senang dan memberikannya rasa dihargai. Meskipun sepele, ini sangat perlu untuk kamu lakukan nanti.

12. Menjaga romantisme

Menjaga kermantisan itu perlu
Menjaga kermantisan itu perlu via intermedia.ge
Penting bagimu untuk memiliki keahlian untuk menjaga romantisme dalam hubungan. Kamu pasti ingin menikah sekali dalam seumur hidup, jadi kamu harus tahu cara-cara menjaga keharmonisan rumah tangga. Rasa bosan dengan pasangan seringkali hinggap dalam sebuah hubungan yang sudah berjalan lama. Melakukan hal-hal romantis pada pasangan akan membawa atmosfer yang baru juga pada hubungan yang tengah dijalani.

13. Belajar untuk selalu memprioritaskannya

Jadikan dia prioritasmu
Jadikan dia prioritasmu via www.taryncoxthewife.com
Kalau dulu kamu hanya memprioritaskan diri sendiri, kamu harus mulai belajar untuk memprioritaskan suamimu juga. Sebagaimana tanggung jawab seorang istri yang harus meladeni suaminya. Biarkan dia tahu bahwa dia adalah orang terpenting di dalam hidupmu.

14. Jangan mencoba untuk mengubahnya

Jangan mengubahnya
Jangan mengubahnya via www.lulabelleblog.com
Meski pasangan memiliki kepribadian yang bertolak belakang denganmu, jangan mencoba untuk mengubah dirinya. Mengajak pasangan untuk menuju ke arah yang lebih baik memang sangat patut untu dilakukan. Tapi jangan mencoba untuk mengubahnya ketika itu benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman dengan perubahan tersebut. Terimalah dirinya dan berusahalah untuk berdamai dengan itu.

15. Berterus teranglah dengan apa yang kamu mau


Jangan selalu menuntut untuk terus dimengerti, dan jangan biarkan dia selalu menerka-nerka apa yang kamu inginkan. Ini memicu timbulnya miss communication. Jangan berpikir karena dia udah menjadi pasanganmu dalam waktu yang lama, lantas dia pasti tahu apa yang kamu suka dan inginkan. Sebelum terjebak dalam kesalah pahaman, alangkah lebik baiknya jika kamu berbicara padanya secara blak-blakan tentang apa yang kamu inginkan.

16. Belajar untuk selalu percaya padanya

Percayalah padanya
Percayalah padanya via www.goziyan.com
Seperti yang udah Hipwee katakan tadi, bahwa sebuah hubungan yang baik adalah hubungan yang dilandasi oleh rasa saling percaya. Belajarlah untuk selalu pempercayainya sebagai kepala rumah tanggamu, dan biarkan dia tahu. Mempercayainya sama halnya dengan memberinya dukungan untuk bisa menjadi seorang kepala rumah tangga yang bertanggung jawab.
Bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang istri idaman, ada baiknya jika kamu terus memperbaiki diri dengan hal-hal di atas. Peran seorang istri itu sangat penting bagi seorang suami, oleh karena itu kita harus sadar diri agar kita bisa menjadi seorang istri yang  hebat bagi suamimu kelak. Seperti kata orang-orang, “Dibalik seorang pria yang sukses, ada wanita hebat di sampingnya.”

reblog : hipwee.com