Selasa, 10 Juli 2012

narsis dikit :)



baca baca dan baca





MARS PMD

ku tinggalkan semua ragu
akan tetap selalu menyayangi dirimu
kau sahabat setiaku
dalam suka dan duka
tangis dan bahagia
canda dan tawa
penghangat suasana
mari bergandeng tangan
satu hati sejiwa dan sepikir
membangun masa depan
secerah sang mentari
janji kita bersama tuk membangun PMD yang gemilang
janganlah kau ragu kawanku yang manja
bersama tuk selamanyaa

Sabtu, 16 Juni 2012

biarkan dia pergi

Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi...

Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih,
tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
JADI JANGAN TERBURU-BURU DAN PILIH YANG TERBAIK

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi Seseorang,
Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli,
Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah
membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...

Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku".
Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini".
Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok".
Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama
tapi apakah selama kalian bersama,
kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan
menyayat sedalam yang kamu ijinkan.
Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu,
tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta : jatuh tapi jangan terhuyung-huyung,
konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil,
mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut,
sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain,
tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang,
Lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu,
tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta,
hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu
dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.

Kalau dia tidak "worth it" sekarang,
dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi...
SO, BIARKAN DIA PERGI..


dari : suara hati seorang dara

Rabu, 06 Juni 2012

this is me

ahh siapa sih yg g mau cpt2 lulus????????????siapapun pasti mau lah,,tak terkecuali diriku
dan tiap org itu beda,jgn pernah samain n banding2n,,whatever lah yang kalian katakan,tanyakan,,tiap org punya kehidupan msg2,punya jalan pikiran msg2,,jd g usah sok ngejudge orang deh #emosi jiwa ni nulisnya

abisnya males jg di underestimed terus
gw ya gw, gw beda ma kalian
g usah ngomong klo emg lo g tau ttg gw!!!!

Jumat, 11 Mei 2012

12 mei 2012

wah hari ini akhirnya bisa juga berkumpul dgn temen2 se daerah
hmm setelah sekian lama vakum,,yahh klo di itung2 udah 2tahunan g pernah gabung ma acara2 minang lagi,,g pernah ikut ngumpul lagi,,karna kesibukan yg terlalu padet
and now,,akhirnyaaaaaa ^_*
apakah kalian tau OMMI singkatan dari apa?ommi itu olimpiade mahasiswa minang ipb,,hmm sekitar 2th yg lalu aq pernah ikutan sbg atlit tenis meja dan alhamdulilah dapet medali dunk,haha juara 1(heheh sombong ya?)haha maklum belum pernah dapet medali,,pernah sih ikutan pekan olahraga nasional cabang tenismeja waktu SMA tp g juara,,jd ya sekalinya juara agak norak kali ya,hehe
hmm udah dulu ya,,acaranya dah mo mulai ni,,nanti dlanjutin lg klo dah dirumah
see you letter :)

sakit hati

Apapun itu, kalo yang namanya sakit pasti rasanya begitu sakit. Khususnya sakit hati, sakit yang lukanya akan terasa selama kita masih bernafas. Seperti halnya kisah seorang anak yang selalu marah setiap hari. Alkisah ada seorang ayah yang selalu bersama bersama anaknya. Ia mengkhawatir kang sang anak yang  kian hari kian  sifat pemarahnya semakin menjadi. Jika terus demikian sang ayah khawatir sikap anaknya ini tak akan pernah berubah selamanya.
Hingga suatu ketika sang ayah berbicara berdua dengan sang anak. Bukan memintanya untuk berhenti bersikap marah namun sang ayah hanya meminta satu hal pada anaknya ini. Yaitu setiap kali anaknya marah ia harus memakukan sebuah paku ke sebuah papan di belakang rumah mereka.
Sang anak pun mengiyakan permintaan ayahnya.Kemudian keesokan harinya, sang anak mulai melakukan apa yang diminta ayahnya. Hari itu sang ayah merasa takjub melihat jumlah paku yang tertancap di papan belakang rumahnya. Karena banyaknya jumlah paku yang tertancap dipapan tersebut.  Seiring berjalannya waktu, jumlah paku yang ditancapkan sang anak kian berkurang jumlahnya dari hari ke hari.
Sampai suatu hari dimana sang anak tidak menancapkan satu paku pun ke papan di belakang rumah. Sang ayah kemudian kembali berbicara berdua dengan sang anak. Bukan pujian yang ia berikan kepada sang anak. Kali ini ia kembali hanya meminta satu hal lagi pada sang anak. Ia meminta sang anak untuk mencabuti satu per satu paku yang pernah ia tancapkan di papan belakang setiap kali sang anak merasakan bahagia.
Dan sang anak pun kembali mengiyakan permintaan ayahnya.  Sama halnya dengan sebelumnya. Seiring bergantinya hari , paku-paku yang tertancap di papan belakang rumahpun kian berkurang jumlahnya. Satu demi satu paku-paku itu lepas dari tempatnya. Dan luar biasa,  semua paku yang pernah tertancap disana akhirnya habis di cabuti oleh sang anak.
Dan untuk ketiga kalinya sang ayah pun kembali berbicara berdua dengan sang anak. Sang ayah berkata pada anaknya
“Masih ingatkah kamu ketika dulu sering kali marah? Tiap kali kamu marah papan di belakang rumah semakin banyak ditancapi oleh paku.” Sang anak pun mengangguk mengiyakan perkataan sang ayah. Kemudian sang ayah melanjutkan perkataannya  “ dan masih ingatkah kamu ketika dulu kamu sering kali merasakan kebahagiaan? Ketika itu jumlah paku di papan belakang kian hari kian berkurang jumlahnya” sang anak pun kembali menganggukan kepala.
“ dan sekarang, apa yang kamu liat pada papan di belakang rumah tadi?” sang anak menatap papan tersebut dalam diam “ Yah, lubang. Ada begitu banyak lubang yang tersisa dipapan tadi. Anakku begitulah yang terjadi ketika kamu bersikap buruk pada orang lain, kamu seperti menancapkan paku di hati mereka. Ketika kamu menyadari perbuatanmu kemudian kamu meminta maaf atas sikapmu itu, seperti halnya kamu melepaskan paku tersebut dari hati mereka. Anakku meski kamu telah meminta maaf kepadanya hingga ia benar-benar memaafkanmu, ketahuilah bahwa masih ada seberkas luka yang tersisa di hatinya ketika kamu bersikap demikian. Kamu meninggalkan sebuah bekas luka yang tak pernah bisa kamu hapus sepanjang hidupnya.”
Begitulah ketika kita mengalami sakit hati, luka yang pernah tertancap dihati akan selalu berbekas walau kita telah mengikhlaskan itu semua. Wajar saja kalo panyanyi kita bilang “dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi”, karena luka hati akan terus ada. Oleh karena itu mari kita terus berusaha menjadi diri kita yang terbaik, agar setiap hal yang kita lakukan adalah sikap yang terbaik bagi semuanya sehingga tak ada satu hatipun yang kita lukai.
Allahumma, thahir qulubana minan-nifaaq
wa ‘amaalana minar-riyaa’,
wa alsinatana minnal kadzib,
wa ‘ayunana minnal khiyaanah,
Innak t’alam khaa’inatal ‘ayun
wa ma tukhfis-shuduur.

“O Allah, purify our souls from hypocrisy,
our tongues from lying,
and our eyes from treachery.
You know the treacherous eyes
and what is buried in the hearts.”